Hari kamis, 2 Desember 2010 kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti salah satu event yang diadakan oleh startup lokal di Microsoft. Tema meet up kemarin tentang branding. Berikut merupakan rangkuman saya mengenai event tersebut dalam bentuk poin-poin.

– Meetup startuplokal kemarin diawali dengan sambutan dari Microsoft, Pak Irving. Dari microsoft sendiri sangat mendukung perkembangan dari startup di Indonesia. Bisa dilihat dari bizspark.com, microsoft.com/websitespark, serta komunitasnya.
– Launching fimela.com. Kita juga bisa menitipkan produk untuk dipromosikan dalam event startup
– Startuplokal juga sudah bekerja sama dengan media, yaitu Kompas. Kalau misalnya ingin merilis produk di kompas, bisa dilakukan dengan mengirimkan artikel press release nya ke press@startuplokal.org. nanti dari startuplokal ada editornya, dan akan mengedit press release kita secara gratis. kalo artikel kita newsworthy, bisa jadi akan dimasukkan dalam media cetak kompas.

– presentasi pertama dari KUDOS. presentasi tersebut tentang ide dan desain menarik. contohnya: idea sandbox, photobooth party, goalmine, daily booth, dsb
– Startup sedang emerging. Di New York Times sampai terdapat artikel yang membahas bahwa tidak lama lagi kata ‘startup’ akan menjadi sebuah verb, seperti google atau tweet
– Dalam membangun startup tidak perlu original, just try to be good

– Presentasi kedua dari Dian Noeh Abubakar. PR Consultant.
– PR vs advertising. Advertising meraih market awareness melalui iklan, sedangkan PR fokusnya lebih ke penjagaan reputasi dan biasanya melalui berita. Contoh kasus, beberapa waktu lalu beredar berita bahwa ada beberapa brand minuman yang tidak aman untuk dikonsumsi. Bayangkan jika brand tersebut mengeluarkan iklan “minuman ini bagus, baik diminum, dsb dsb”, customer tentu tidak percaya dan bahkan malah berpikir “ah itu bisa2nya iklan doank aja”. Ketika ada kasus seperti ini, ini merupakan tugas PR, bukan advertising. PR harus berusaha memulihkan situasi ketika ada krisis dalam perusahaan. Dalam kasus ini, PR bisa menghubungi dokter untuk mengkonfirmasi bahwa minuman tersebut aman diminum. Orang tentunya akan lebih percaya jika informasi tersebut datang dari dokter.
– PR harus berteman baik dengan media
– PR adalah bagaimana supaya orang lain membicarakan mengenai produk kita.
– Fokus PR adalah kredibiliti. Efek PR memang relatif lebih lambat dibanding adv.
– Cara kerja PR, message disampaikan dalam bentuk ‘cerita’ ke komunitas, supaya orang membicarakan mengenai message kita. Stories that capture audience attention. ‘Cerita’ tersebut yang akan men-deliver message kepada customer. know what to say, how we say.
– Contoh kasus lain: suatu prestasi perusahaan atau profil seorang CEO dipublikasikan dalam bentuk artikel pada suatu majalah atau media cetak lain. Hal ini akan lebih mengena kepada customer karena ada ‘cerita’ yang mungkin melibatkan drama/konflik dalam artikel itu. Dan lebih cost-effective, karena ga perlu bayar media kan? Bandingkan biaya yang dikeluarkan, satu halaman artikel vs satu halaman iklan?
– strong brand starts with aspiration and trust, not popularity
– message harus: appropriate, meaningful, memorable, understandable, believable.

– Presentasi ketiga dari daniel surya, south asia chairman of dm idholland
– branding paling oke ketika orang ngomongin kita
– diferensiasi itu penting. similar companies, employing similar people, with similar educational backgrounds, similar jobs, similar ideas, similar product, similar prices, similar quality.
– contoh kasus, ada tiga spesifikasi mobil yang mirip2. Ketika brand/merek dari mobil tersebut diapus, maka customer pasti akan milih yang paling murah. Tapi ketika brand itu ditampilkan, maka orang bisa milih dengan berbagai alasan. Misalnya, pengen yang merk bmw karena terkesan lebih sporty, atau mercedes benz karena kesan classy, dsb.
– contoh kasus lain, ada 4 brosur perjalanan yang destinasinya pantai. ketika deskripsinya dihilangkan, semua foto tampak sama. pantai ya pantai. kita harus bisa menonjolkan diferensiasi dari pantai tersebut, sehingga orang akan memilih pantai kita untuk dikunjungi.
– jangan fokus ke yang udah wajib ada, fokus ke diferensiasinya
– membangun brand mulai dari mind identity, behaviour identity, visual identity. identity yang ada di ‘mind’ harus dapat tersampaikan melalui perilaku dan atribut visual.

hal-hal yang gw dapet selama networking:
– misalnya di satu kelompok ada partner/client/supplier, kenalkan mereka dan puji mereka. ga ada orang yang ga pengen dipuji. jika bisnis client/partner anda sukses, pasti anda juga kena imbasnya. terkadang mereka juga akan memuji bisnis anda. it’s win-win for you and your partner/client
– ungkapkan kemungkinan kerja sama di masa depan, walaupun masih jauh di angan-angan. hehe. sapa tau keluar ide menarik yang berprospek. buka peluang, raih kepercayaan
– saling mendengarkan ide bisnis, kasih masukan.
– orang-orang tertarik sama nama “layang-layang”. mereka pasti mengucapkan nama layang-layang ketika baca kartu nama

Mohon maaf jika apa yang saya dapatkan disampaikan dalam bentuk poin-poin dan tidak enak dibaca. Tapi mudah-mudahan Anda bisa mendapatkan ide dari sharing tersebut.