Misalnya, Anda berkesempatan untuk mengenal 5 orang anak. Anak-anak tersebut memiliki karakter sebagai berikut.

Anak yang pertama adalah anak yang selalu juara kelas. Rata-rata nilai rapornya selalu di atas 8. Namun, ia tidak suka olahraga.

Anak yang kedua adalah anak  yang rajin solat. Ketika sudah datang waktu solat, ia yang pertama kali berjalan menuju mushola.

Anak yang ketiga adalah anak yang senang berolahraga. Ia adalah kapten sepakbola di kesebelasan sekolahnya.

Anak yang keempat adalah anak yang jago bermain gitar. Ia sering tampil di beberapa acara kesenian, baik di sekolah maupun luar sekolah.

Anak yang kelima tidak terlalu menonjol di pelajaran sekolah, olahraga, atau musik. Tapi ia sangat disenangi teman-temannya. Ketika temannya memiliki masalah, dialah yang pertama kali didatangi temannya untuk bercerita.

Nah, setelah membaca ilustrasi di atas, kira-kira siapa yang menurut Anda merupakan anak yang paling cerdas? Ada tiga kemungkinan jawaban dari Anda..

  1. Anda memilih salah satu dari anak tersebut sebagai anak yang paling cerdas
  2. Anda kebingungan memilih mana anak yang paling cerdas
  3. Anda menganggap semua anak adalah anak yang cerdas

Jika Anda memiliki jawaban seperti no1, maka Anda menganggap bahwa kecerdasan hanyalah milik sebagian Anak saja. Bagaimana jika sampai Anda memberikan ucapan atau sikap kepada seorang anak bahwa ia tidak cerdas. Jangan sampai anak tersebut memiliki pemikiran bahwa ia bukan anak yang cerdas. Hal ini dapat mempengaruhi semangat dan motivasi belajarnya.

Jika Anda memiliki jawaban seperti no.2, Anda berarti belum memiliki pemahaman mengenai kecerdasan sehingga Anda kebingungan dalam memilih. Silakan Anda perdalam kembali pemahaman Anda mengenai kecerdasan.

Jika Anda memiliki jawaban seperti no.3, maka Anda sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai kecerdasan. Menurut Anda, kecerdasan ada pada setiap orang dan setiap orang memiliki kecerdasan yang unik. Kecerdasan dapat berupa bakat musik, olahraga, pintar berhitung, dan lainnya. Hakikat dari kecerdasan adalah kemampuan seseorang mengaktualkan potensi dirinya sehingga hidupnya dapat lebih bermakna untuk dirinya dan orang sekitarnya.

Sumber:

http://www.inilahguru.com/artikel/34-pendidikan/70-apakah-kecerdasan-itu.html