Intro :

“Menurut survei Institute of Global Development, prosedur untuk memulai usaha di Indonesia adalah 60 hari, Malaysia 39, dan sebagai perbandingan, di Selandia Baru hanya membutuhkan waktu 1 hari,”

(sumber : http://www.surya.co.id/2010/06/12/mendagri-akui-layanan-publik-buruk.html)

Ceritanya sekarang saya lagi eksplorasi tentang pelayanan publik di Indonesia nih, terutama mengenai prosedur pembuatan SIUP. Setelah Googling, akhirnya saya sampai di website http://pip.depkominfo.go.id/. Di situ ada informasi mengenai prosedur pembuatan SIUP, tapi sama sekali tidak informatif. Saya benar-benar kecewa, karena prosedur tersebut merupakan file .rar yang terbagi menjadi 4 part, dimana total file size nya adalah sekitar 300an MB. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk mendownload file-file tersebut dengan internet kosan saya. Setelah saya buka arsipnya, di dalamnya terdapat 4 file yaitu video prosedur pengurusan SIUP (320 MB), file readme.txt (1kb), installer pemutar video (1.2 MB), dan file pdf permendag (421 kb).

Beberapa hal yang saya sorot di sini adalah :

  1. Dengan kondisi internet di Indonesia saat ini, sangat tidak user friendly untuk memberikan informasi dengan ukuran 300MB.
  2. Tidak semua orang tahu bagaimana cara meng-extract arsip yang dibagi-bagi menjadi beberapa part itu.
  3. File video harusnya bisa dicompress sizenya sehingga tidak memberatkan ketika di-download.
  4. File video berdurasi 2:01 itu sama sekali tidak memberikan informasi relevan mengenai pembuatan SIUP. Lagu yang tidak penting, narasi mengenai peraturan dan definisi usaha, video lalu lintas jakarta. *speechless* Orang tidak butuh itu, mereka butuh informasi.

Seharusnya Depkominfo sebagai departemen KOMUNIKASI dan INFORMATIKA dapat memberikan informasi yang lebih informatif dan user-friendly kepada penggunanya.

Ckckck, semoga pelayanan publik di Indonesia akan semakin baik. Semoga pemerintah serius dalam mengimplementasi e-government.

Kira-kira apa yang bisa saya lakukan ya?