Terinspirasi dari topik tesis saya dan beberapa riset yang saya jalani di ITB. Saat ini ITB memiliki tujuan untuk menjadi research university. Menurut Pak Riza, suatu riset seharusnya terus berkembang, dalam artian mungkin scopenya yang menjadi lebih luas atau kualitas hasil riset menjadi lebih baik. Nah, bagaimana cara menjamin hal tersebut? Saya berpikir bahwa ITB perlu memiliki peraturan atau kebijakan mengenai research management. Research management yang saya maksud di sini adalah pengelolaan terhadap aktivitas, aset, dan tenaga riset yang ada di ITB.

Saya coba googling, sebenarnya sudah ada belum sih suatu best practice mengenai pengelolaan riset ini. Ternyata sudah ada jurnal yang membahas mengenai research management (download di sini).  Dan ternyata UGM udah mulai menerapkan si research management ini dari tahun lalu lho (baca beritanya di sini). UGM menerapkan ICT-based research management yang terdiri dari beberapa subsistem yang diimplementasi di seluruh fakultas, yaitu e-proposal development, online submission and evaluation, e-research database, e-logbook.

Lalu bagaimana dengan ITB?

Setahu saya, ITB tidak memiliki e-research database. Pencatatan worklog dilakukan periset menggunakan word atau excel. Tidak ada sistem untuk project management setiap riset. Submission dan evaluasi tidak secara online.

Sebenarnya, saya tidak mengetahui dengan pasti bagaimana sebenarnya sistem pengelolaan penelitian di ITB. Namun, bulan lalu, Database and Software Engineering Research Group (DSERG) sudah mulai menginisiasi untuk manajemen penelitian. Dimulai dari ruangan, komputer, dan server. Kemudian dibangun struktur organisasi asisten dan pembagian kerja. DSERG juga mulai merancang sistem untuk mengelola dokumen dan aset-aset penelitiannya.

Bisa dibilang, UGM membangun research management secara top-down, ITB secara bottom-up dimulai dari kelompok keahlian. Saya juga ngga tau sih bagaimana research management di program studi lain, ada atau tidak. Akan tetapi, mungkin lebih baik jika ITB mulai memberikan perhatian terhadap research management ini. Karena, seperti yang dikatakan Kepala LPPM UGM, “A fundamental and comprehensive change needs to be carried out for quality improvement and research management at the LPPM of each university based on good governance.”